9 Hal yang Perlu Diketahui Wanita Mengenai Pelecehan Dalam Pacaran

Pelecehan dalam pacaran jaman now dapat membuat korban jadi merasa terintimidasi.

Siapa sih yang tidak suka terlihat romantis di depan teman-teman atau keluarga saat pacaran jaman now? Semua orang yang pacaran pasti mengalami romantisme di awal-awal berhubungan dengan pacar. Apalagi saat kencan pertama, berduaan di tempat romantis serasa dunia milik berdua. Akan tetapi, siapa yang tau bagaimana kelanjutan hubungan romantisme kamu dengan pacar kamu nantinya.

Hasil penelitian yang diadakan oleh NRCDV (National Resource Center on Domestic Violence) menyatakan bahwa 1 dari 4 wanita pernah mengalami pelecehan saat pacaran. Ada beberapa bentuk pelecehan dalam pacaran jaman now. Tapi ironisnya, penelitian tersebut membuktikan bahwa 70% dari kasus pelecehan dalam pacaran tidak dilaporkan ke lembaga penegak hukum.

Menurut pengakuan para korban, bentuk pelecehan yang mereka alami saat pacaran berbeda-beda satu sama lain. Nah, buat para wanita, penting untuk menyimak seperti apa pengakuan para korban pelecehan tersebut. Dalam survey yang diadakan NRCDV tersebut, mereka bersedia membuka diri untuk menceritakan pengalaman pertama mereka saat mengalami perlakuan pelecehan dalam pacaran. Hal ini penting untuk diketahui agar wanita bisa tetap waspada saat pacaran jaman now.

Pengakuan seorang wanita yang mengalami berbagai bentuk pelecehan dari mantan pacarnya mengatakan bahwa BuzzFeed mempublikasikan kisah mengenai hal-hal yang dia pelajari dari tindakan pelecehan yang dialaminya. Dan dengan bantuan kuasa hukum yang bersedia membantu, perlakuan buruk tersebut bisa diakhiri.

Kamu Tidak Pernah Tau Apakah Kamu Akan Dilecehan Atau Tidak

Seorang wanita korban pelecehan berbagi cerita di video resmi situs Self. Dia mengatakan bahwa pada awal menjalin hubungan dengan pacarnya, sama seperti pasangan yang lain pada umumnya. Dia selalu mengira bahwa kisah cinta pertamanya akan menjadi hal yang spesial, bukan kisah yang mengerikan. Awalnya dia terpesona dengan seorang pria tampan. Lalu mereka mengadakan kencan pertama di sebuah taman yang suasananya romantis. Berbagai hal terkait hubungan mereka mulai dikembangkan dari tempat tersebut. Sebelum hubungan mereka resmi di pelaminan, keharmonisan hubungan mereka mulai berubah tanpa disadari bahwa hal tersebut akan terjadi. Wanita tersebut, dan juga sama seperti kebanyakan wanita lain, tidak mengantisipasi pola perilaku kasar dari pasangannya. Saadar atau tidak sadar, pelecehan dalam pacaran adalah hal yang sering terjadi.

Loading...

Pelecehan merupakan tindakan yang bersifat tidak langsung melakukan pelanggaran. Dan melecehkan adalah sikap yang mengubah cara pandang, sehingga korban merasa dipandang negatif.

Jadi, sebelum kamu men-judge diri sendiri, sebagai wanita ada baiknya memiliki rasa percaya diri tinggi agar saat introspeksi diri tidak langsung menganggap diri salah. Jika tidak, kamu akan selalu serba salah di hadapan pacar kamu yang memandang kamu negatif tanpa alasan.

Menjadi Terisolasi dari Teman dan Orang yang Kamu Cintai

Salah satu tanda-tanda pelecehan dalam pacaran jaman now adalah, pacar melarang pasangannya agar menjauhi kerabat dan keluarganya. Narator dalam video tersebut juga pernah mengalaminya. Dia secara bertahap mulai berhenti bergaul dengan teman-teman dekatnya. Dia menceritakan bagaimana pacarnya merusak ponselnya sehingga dia tidak ada kesempatan berbicara dengan orang lain.

Dia juga mengatakan bahwa hal tersebut membuat hubungan dirinya dengan sahabatnya jadi retak. Sampai-sampai dia dan sahabatnya tidak cakapan lagi selama hampir dua tahun. Salah satu tanda dilecehan dalam pacaran jaman now adalah, korban merasa malu, sampai-sampai menghindari kerabat atau keluarganya. Sadar atau tidak sadar menghindari teman atau keluarga, melakukan hal tersebut semata-mata hanya agar teman-teman dan keluarganya tidak melihat bagaimana dia diperlakukan pacarnya.

Pacar Jadi Posesif dan Cemburu

Salah satu bentuk pelecehan dalam pacaran jaman now ditandai dengan pasangan yang sifatnya berubah jadi posesif dan cemburu. Seperti manifestasi dalam berbagai sikap. Berdasarkan pengakuan dari responden dalam video survey tersebut, sikap yang dimaksud bisa berupa tuduhan-tuduhan konstan yang tidak beralasan atau bisa juga berupa kritikan-kritikan pedas. Yang ada malah si responden yakin bahwa dia telah mengkhianati pacarnya. Si cowok akan marah kepadanya karena menyapa; “Hai!” kepada teman-teman cowoknya yang lagi jalan. Tidak jarang hubungan pacaran jaman now yang sering cekcok gara-gara hal sepele seperti itu.

Hikmah yang didapat dari kesaksian responden tersebut adalah, sebaiknya tidak perlu menyalahkan diri sendiri kalau memang tidak salah.

Diremehkan Pacar

Banyak korban pelecehan merasa diremehkan dan direndahkan pacar, atau malah merendahkan diri sendiri. “Dia membuat saya merasa seperti setiap keputusan yang saya buat salah,” kata responden. “Tidak ada yang bisa saya lakukan untuk membuatnya bahagia.” Hal semacam itu dapat menyebabkan seseorang yang diremehkan oleh pacar jadi mencoba mengubah perilakunya agar bisa memenuhi atau memuaskan keinginan pacar.

Mengancam Bunuh Diri

Setelah responden tersebut menyadari ia harus keluar dari hubungan yang beracun tersebut, pacarnya malah mengancam akan bunuh diri. “Dia mengatakan kepada saya, “Jika kamu tinggalkan aku, kamu akan membunuhku'”, kata responden. Dan ketika teman wanita responden tiba menjemputnya, sowoknya benar-benar ingin bunuh diri (untungnya polisi datang tepat waktu dan menyelamatkannya). Contoh tersebut adalah tanda pelecehan yang rasional dalam pacaran, atau bisa juga berupa ancaman akan melukai atau membunuh pacar.

Jadi Merasa Diri Hampa atau Terhilang

Pelecehan dalam pacaran bisa bikin jadi terasa hampa dan terhilang.

Responden menjelaskan bahwa dirinya merasa semakin kosong dan terhilang karena perlakuan pacar yang kasar terhadapnya. Dia mengatakan perasaannya semakin seperti ada yang kurang ketika tidak bisa dekat dengan orang lain disekitarnya.

Banyak korban pelecehan dalam pacaran jadi merasa takut, gila, mati rasa, tak berdaya, yang dapat membuat jadi enggan membicarakan mengenai hal yang sedang dialami.

Jika Berani Putus, Hubungan dengan Kerabat dan Keluarga Bisa Kembali Membaik

Merupakan hal yang sudah umum jika korban pelecehan kembali kepada teman-teman atau keluarga. Responden tersebut mengatakan, “Banyak penyesalan saya, saya akhirnya kembali kepada dia (mantannya) beberapa bulan kemudian”. Setelah menjalin hubungan dan putus untuk sementara, pacarnya kembali ke pola perilaku kasarnya, dan dia memutuskannya lagi untuk selamanya, alias move on.

Korban pelecehan dalam pacaran rata-rata butuh tujuh kali putus dengan pacar agar bisa move on. Ahli terapis yang mengkhususkan diri dalam meneliti pelecehan telah mempelajari bahwa banyak korban pelecehan kembali ke pasangannya agar keluar dari rasa bersalah, malu dan percaya bahwa pasangan mereka telah berubah. Tetapi bagaimanapun, bukankah hal semacam itu merupakan sesuatu yang memalukan bagi korban pelecehan. Jadi, lebih baik move on dari pada dilecehkan pacar dan selalu terintimidasi.

Menyalahkan Diri Sendiri

Banyak pelaku pelecehan dalam pacaran jaman now membuat pacarnya jadi merasa dirinya layak menerima pelecehan, seperti yang dialami oleh responden dalam survey tersebut. “Pertama kali ia memukul saya, saya yakin bahwa itu karena kesalahan saya,” katanya. Karena dia selalu “membiarkan pacarnya putus asa”, dia merasa pelecehan tersebut adalah kesalahannya. Saat dia berlaku berbeda dari sebelumnya dan mengubah perilakunya untuk berusaha membuat pacarnya bahagia, maka pelecehan akan berhenti. “Saya selalu berpikir, ‘Bagaimana hal tersebut bisa terjadi pada seseorang seperti saya,'” kata responden. “Apa yang salah dengan saya?”

Responden bercerita bahwa dirinya selalu bertanya-tanya apakah memang dirinya yang membuat pasangannya jadi melecehkannya. Mentalitas seperti ini sudah menjadi hal umum dalam pacaran jaman now. Bahkan tidak jarang korban pelecehan dalam pacaran malah tidak pernah menyalahkan tindakan pelecehan atau kekerasan yang dialami.

Baca juga: Kisah Kisah Colleen Stan – Gadis yang Diculik dan Dijadikan Budak Seks

Wanita Layak Mendapatkan yang Lebih Baik

Sejak responden terebut move on dari hubungan yang penuh dengan pelecehan, diapun mulai belajar mencintai dan menghargai diri sendiri. Dia menyadari bahwa cinta harus mengisi diri dengan kebahagiaan dan hal-hal yang positif agar bisa membuat diri merasa lebih baik. Dia sekarang tahu bahwa dia layak mendapatkan yang lebih baik dan ingin agar orang lain juga memiliki pola pikir demikian. Kamu berhak untuk bahagia di dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *