Kita Hidup di Atas Bumi yang Bergerak Jutaan Km Per Jam

Menatap Langit di Malam Hari

Halo sobat Wongunik, kembali lagi bersama saya dengan topik yang tak kalah serunya mengenai hal yang menarik di alam semesta ini sekaligus juga mengundang rasa penasaran kita.

Rhett Herman, seorang profesor fisika asal Virginia di Universitas Radford, di buku yang berjudul “Ask the Experts: Astronomy” memberikan penjelasan mengenai pertanyaan tentang seberapa cepat bumi bergerak.

Adapun rangkuman dari penjelasan tersebut kira-kira sebagai berikut. Pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang-orang mengenai “seberapa cepat bumi bergerak” tidak lengkap. Lalu dia melengkapi pertanyaan tersebut; “Dibandingkan dengan apa?” Jika tidak ada acuan tertentu, kita tidak bisa dengan gamblang menjawab pertanyaan terkait seberapa cepat bumi bergerak.

Pergerakan Permukaan Bumi Berputar pada Porosnya

Satu putaran penuh Bumi terjadi dalam setiap 23 jam 56 menit dan 4,09053 detik. Satu putaran ini disebut sebagai periode sidereal, dan keliling bumi kira-kira sepanjang 40.075 kilometer. Dengan demikian, kecepatan pergerakan permukaan bumi di lintang khatulistiwa adalah 460 meter per detik atau sekitar 1.609 kilometer per jam.

Bumi Bergerak Mengelilingi Matahari

Ilustrasi bumi bergerak mengelilingi matahari.
Sumber gambar: Faculty.wcas.northwestern.edu

Di sekolah, sobat Wongunik mungkin sudah pernah juga belajar bahwa bumi bergerak mengelilingi matahari dengan orbit yang sangat melingkar (orbit yang melingkar adalah “salah satu syarat” untuk suatu benda langit disebut sebagai planet). Keseluruhan rute orbit tersebut berkecepatan hampir 30 kilometer per detik, atau kira-kira 108.000 kilometer per jam.

Loading...

Bumi Mengikuti Matahari Mengitari Pusat Bima Sakti

Ilustrasi Bumi Mengikuti Matahari Mengitari Pusat Bima Sakti
Sumber gambar: Astronomy.stackexchange.com — Orbit Tata Surya di galaksi Bima Sakti

Bumi kita terletak di Tata Surya yang berpusat pada bintang yang bernama Matahari. Selain itu, Tata Surya surya kita mengelilingi sebuah Black Hole (lubang hitam) bernama Sagittarius A* yang merupakan pusat galaksi Bima Sakti atau disebut juga Milky Way galaxy. Adapun kecepatan Tata Surya kita dalam mengelilingi Sagittarius A* adalah sekitar 220 kilometer per detik, atau 792.000 kilometer per jam.

Galaksi Bima Sakti Bergerak Menuju “The Great Attractor”

Arah Pergerakan Galaksi di Alam Semesta
Sumber gambar: Flaunt.com — The Great Attractor

Semakin besar skala ukuran acuan yang memicu pergerakan benda-benda langit, semakin cepat juga pergerakannya. Hal tersebut bisa terbukti bahwa galaksi-galaksi yang ada di alam semesta juga bergerak dengan sangat cepat menerobos alam semesta. Sementara galaksi kita (Bima Sakti) bergerak dengan kecepatan 1.080.000 kilometer per jam menuju sebuah struktur yang disebut dengan Great Attractor (Penarik Besar)

Struktur besar ini berjarak sekitar 150 juta tahun cahaya dari galaksi kita. Dimana satu tahun cahaya adalah sekitar 9,6 triliun kilometer jauhnya dari kita. Penarik Besar ini memiliki massa 100.000.000.000.000.000 (atau 100 kuadriliun) kali lebih besar dari matahari kita dengan diameter 300 juta tahun cahaya. Struktur Penarik Besar ini terbuat dari materi gelap (dark matter) yang tidak dapat kita lihat.

Jadi, Seberapa Cepat Bumi Bergerak Menerobos Alam Semesta?

Dari beberapa penjelasan di atas, maka pertanyaan yang relevan mengenai pergerakan benda-benda langit adalah; Apakah ada referensi skematik universal yang dapat kita definisikan sebagai gerakan semua benda? Jawabannya telah disediakan oleh satelit COBE (Cosmic Background Explorer).

Sumber gambar: Amazingspace.org — Satelit COBE (Cosmic Background Explorer)

Pada tahun 1989, satelit COBE diluncurkan ke orbit Bumi. Bumi menjadi objek acuan untuk mengukur gema radiasi yang sejak lama dileburkan dari kelahiran alam semesta. Radiasi tersebut merupakan sisa bola api primordial yang sangat panas dan padat dan merupakan awal dari alam semesta, atau dikenal sebagai radiasi latar belakang gelombang kosmik atau Cosmic Background Radiation (CBR). CBR saat ini meliputi semua ruang. Hal ini sepadan dengan istilah untuk seluruh alam semesta yang disebut dengan “glowing with heat” (bersinar dengan panas).

Salah satu penemuan COBE adalah bahwa pergerakan bumi ada kaitannya dengan CBR. Dimana bumi bergerak dengan kecepatan dan arah yang jelas. Karena CBR merembes ke semua ruang, akhirnya kita bisa menjawab pertanyaan mengenai “seberapa cepat bumi bergerak menerobos alam semesta” dengan menggunakan CBR sebagai kerangka acuan. Berdasarkan patokan CBR, bumi berkerak dengan kecepatan 390 kilometer per detik atau 1.404.000 kilometer per jam.

Radiasi latar belakang gelombang kosmik atau Cosmic Background Radiation (CBR).
Sumber gambar: Youtube.com – CBR via channel crysknife007

Berdasarkan arah CPR, bumi bergerak mengarah ke konstelasi Leo dengan kecepatan 1.404.000 kilometer per jam. Sementara pertanyaan selanjutnya yang terpikir di benak kita adalah; bagaimana mungkin kita bisa berdiri tegak di aatas permukaan Bumi dengan kecepatan jutaan kilometer bumi tanpa goyah sedikitpun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *