CPU Laptop Seperti Apa yang Sesuai dengan Keperluan Kamu?

Prosesor atau CPU merupakan otak dari setiap laptop atau komputer. Pada komponen komputer yang satu inilah sebagian besar fungsi atau proses pemikiran terjadi. Prosesor disebut juga sebagai CPU (Central Processing Unit). Dimana CPU laptop yang cepat memungkinkan kamu lebih cepat dalam membuat dokumen lembar kerja, menjelajahi berbagai website, bermain game, atau mengedit foto. Akan tetapi, jika Watt CPU laptop kamu terlalu tinggi, tentu bisa membuat durasi pemakaian baterai laptop kamu semakin singkat.

Ketika kamu melihat-lihat sebuah produk laptop di toko komputer, kamu biasanya memperhatikan nama prossesor yang tercantum secara mencolok pada setiap deskripsi laptop tersebut. Namun jika hanya melihat nama model CPU laptop nya tanpa memahami bagaimana kinerja CPU tertentu terhadap kegiatan kamu tentu akan membingungkan. Dalam hal ini pertanyaan yang sering muncul adalah; apakah laptop yang memiliki CPU Core i7-7Y75 lebih cepat daripada CPU Core i5-8250U? Seberapa cepat CPU laptop yang benar-benar kamu butuhkan? Tentu jawaban yang tepat adalah meninjau berdasarkan efisiensi pengeluaran budget dan kinerja yang sesuai dengan kebutuhan kamu.

Kebanyakan produk laptop saat ini dilengkai dengan CPU Intel, meskipun ada beberapa model laptop menggunakan prosesor AMD. Bahkan, jika sepintas melihat model-model CPU laptop ber-merek Intel, kamu pasti akan melihat banyak sekali modelnya. Yang mana kamu mungkin juga melihat model-model CPU laptop ditampilkan dalam produk notebook, laptop, atau thinkpad keluaran terbaru. Untungnya mempelajari dasar-dasar spesifikasi CPU laptop tidaklah terlalu sulit.


CPU Mana yang Cocok untuk Kamu?

Berikut adalah jenis-jenis CPU laptop yang disarankan berdasarkan kemampuannya. Tapi jika kamu juga menginginkan pembahasan yang lebih mendalam, artikel ini juga akan menguraikannya secara detail.

 TujuanCPU yang DisarankanContoh CPUPemakaian Daya Baterai
1Teknis, penelitian, dan gamingIntel Core i5 atau i7 seri HQCore i7-7820HK, Core i5-7440HQ3 s/d 8 jam
2Kegiatan sehari-hariIntel Core i7 U seri U atau AMD Ryzen Mobile 7Core i7-7500U, Core i7-8550U5 s/d 17 jam
3Kegiatan ringan sehari-hariIntel Core i5 seri U atau AMD Ryzen Mobile 5Core i5-7200U, Core i5-8250U5 s/d 17 jam
4Kegiatan ringan dan biasa-biasaIntel Core m atau Core i5, i7 seri YCore m3, Core i5-7Y545 s/d 9 jam
5Laptop murah, kinerja ringanIntel Celeron atau PentiumCeleron N3050, Pentium N42004 s/d 6 jam
6Sangat murah, kinerja kurangIntel seri AtomAtom Z3735F, Atom x3, Atom x57 s/d 12 jam

Cara Membedakan Spesifikasi dan Model CPU

Pada saat kamu memperhatikan stiker spesifikasi CPU laptop seperti merek, nama, huruf dan kode angka nya, mungkin kombinasi huruf dan angkanya membingungkan buat kamu.

Cara membedakan spesifikasi CPU (Processor)

Label urutan pertama pada kode prosesor adalah merek, biasanya kebanyakan bermerek “Intel Core”. Tapi ada juga yang diberi label Xeon, Celeron, Pentium atau Atom. Ada juga merek lain seperti “AMD Ryzen” dan “AMD FX.” Jika kamu mengamati merek-merek tersebut, masing-masing kode merek diikuti dengan versinya (modifikasi merek), contohnya i3, i5 atau i7. Tapi ada juga yang ditambahkan dengan huruf dan angka lain seperti m5, x5, E atau N. Pada prosesor Intel, angka pertama setelah tanda hubung adalah indikator generasi teknologi CPU. Indikator generasi terbaru adalah generasi ke 9 (Gen 9th). Tapi CPU yang akan kita bahas disini maish sebatas indikator kenerasi ke-8. Akan tetapi sudah ada beberapa jenis laptop bertenaga Gen 9 di pasaran. Namun masih jarang, sebagian besar masih memiliki Gen 7 pada nomor model nya.

Oleh karena itu kamu mungkin akan melihat beberapa kombinasi dari dua atau tiga angka dan huruf, contohnya U, Y, HQ atau HK. Angka-angka tersebut menunjukkan nomor SKU dan huruf tertentu menunjukkan jenis prosesor. Jenis tersebut sangat penting, karena memberi tahu kamu seberapa banyak kira-kira Watt atau daya listrik yang dibutuhkan prosesor tersebut.

Pada prosesor AMD, angka dan namanya juga demikian. Dimana CPU-CPU keluaran terbaru Ryzen Mobile diberi nama Ryzen 5 yang bersaing dengan seri Core i5 U, dan Ryzen 7 bersaing dengan CPU Intel Core i7 U.


Intel Core vs AMD Ryzen

Selama bertahun-tahun, berbagai profesor AMD hanya muncul dengan harga dan kinerja yang biasa-biasa saja. Demikian juga dengan durasi pemakaian baterainya. Namun di akhir tahun 2017, perusahaan tersebut kembali berjaya dengan dirilisnya platform Ryzen Mobile yang baru. Dimana laptop HP Envy x360 dengan prosesor Ryzen 5 mengalahkan model lain sekelasnya yang dilengkapi dengan chip Core i5-8250U. Kinerja grafis chip AMD secara signifikan lebih bagus dan daya tahan baterai nya kurang lebih sama.

Pada postingan ini hanya ada tiga laptop yang menggunakan CPU Ryzen Mobile. Yang mana sudah beredar di pasaran, seperti Acer Swift 3, HP Envy x360, dan Lenovo IdeaPad 720S. Namun jika laptop yang sesuai dengan kebutuhan kamu ternyata tersedia pada laptop yang memakai Ryzen Mobile, dan dengan harga kurang lebih sama dengan laptop versi Intel, tentunya kamu pasti harus mempertimbangkan model CPU yang didukung AMD trsebut. Disarankan agar tidak membayar lebih mahal, karena kinerja Ryzen sangat mirip dengan kinerja Core i5 atau Core i7 yang rata-rata lebih murah.

Chip-chip AMD lain (non-Ryzen) bisa dikatakan kurang mampu dibandingkan dengan Core i5 atau Core i7 modern. Dan seharusnya kamu mempertimbangkanya jika harus membeli laptop yang harganya jauh lebih murah. Akan tetapi lain halnya jika kamu butuh CPU laptop dengan kinerja yang kuat. Tentu perhatian utama kamu adalah kualitas kinerja CPU nya.


Perbandingan antara Core i3, Core i5, dan Core i7

Sebagian besar laptop sekarang yang mendukung CPU Intel dibandrol dengan harga lebih dari Rp. 6.000.000,- dan dilengkapi dengan model CPU Core i3, Core i5, atau Core i7. Seperti yang ditunjukkan pada penomorannya, Core i3 tentu CPU yang paling lambat dari ketiga versi tersebut. Sedangkan Core i5 sedang dan Core i7 yang tercepat. Biasanya model Core i5 sudah lebih dari cukup untuk penggunaan biasa sehari-hari jika kamu tidak memakai laptop untuk keperluan grafis desain yang intensif, pekerjaan tehnik, penelitian atau bermain game berat.

Core i5 dan i7 sudah mendukung Turbo Boost dan Hyper-Threading. Turbo Boost memungkinkan kecepatan clock menjadi lebih tinggi berdasarkan tugas yang dijalankan. Kemudian, Hyper-Threading memberi kamu dua rangkaian (Thread) unik (alias Virtual Cores) pada setiap core nya. Namun Core i3 tidak menyediakan kedua fitur ini. Selain itu, platform Core yang ber Gen 8 terbaru dari Intel juga hanya tersedia pada Core i5 dan Core i7.


Mana yang Cocok untuk Kamu, Core Gen ke-7 atau Gen ke-8?

Dia bulan-bulan akhir 2017 lalu Intel sudah merilis platform CPU terbaru, yang dikenal dengan Core Gen ke-8 atau “Kaby Lake Refresh.” Prosesor Intel terbaru ini menawarkan peningkatan kinerja yang sangat tinggi dibandingkan dengan prosesor “Kaby Lake” ke-7 yang ada pada sebagian besar produk laptop saat ini. Intel juga menjadulkan prosesor yang paling umum saat ini, yaitu CPU seri U. Dari dual-core ke quad-core, yang berarti memiliki delapan thread (dua per Core) untuk membantu tugas-tugas multitasking dan produktivitas sehari-hari.

Menurut berbagai tes dan pengalaman pengguna yang kami ketahui, 50%-92% chip Core Gen ke-8 lebih cepat dari pendahulunya dalam tugas multi-threaded. Misalnya Dell XPS 13 9360 dengan prosesor Core i7-8550U, sanggup menyelesaikan makro Excel yang berat hanya dalam 1 menit 8 detik. Dibandingkan dengan XPS 13 yang identik dengan CPU Core i7-7500U, menyelesaikannya selama 2 menit 30 detik. Bahkan pada tugas single-threaded sekalipun terlihat peningkatan kinerja 10 hingga 11 persen.

Saat ini kamu sudah bisa membeli laptop dengan prosesor Intel Gen ke-8 dengan seri Core i5 dan Core i7. Laptop biasa dengan kapasitas CPU Gen ke-8 sudah dipasarkan sejak akhir tahun 2017 lalu. Sementara laptop bisnis dengan CPU Gen ke-8 juga diluncurkan pada Januari 2018 lalu. Jadi, kamu juga mungkin akan melihat produk laptop dengan prosesor Intel “Kaby Lake G” generasi ke-8 hang hadir dengan grafis AMD yang dibangun ke dalam CPU.

Meskipun demikian, sejumlah seri prosesor Intel masih berkutat pada Core Generasi ke-7. Hampir di mana-mana laptop gaming dengan chip seri H dengan 45-watt masih generasi ke-7. Demikian juga dengan CPU laptop seri Y yang berdaya rendah yang muncul dalam produk tablet tanpa kipas dan sangat tipis. Belum ada laptop dengan chip Core i3 Gen ke-8 atau prosesor Celeron atau Pentium ke-8 untuk sistem low-end. Chip Xeon keluaran Intel yang juga terbilang sangat kuat untuk workstation seluler pun juga belum diperbarui.


Spesifikasi CPU Laptop yang Perlu Kamu Perhatikan

Dengan membaca kode pada berbagai model CPU laptop, kamu akan mengetahui seperti apa kinerja laptop-laptop tersebut. Sebuah CPU laptop seharusnya dilengkapi dengan informasi spesifikasi yang lengkap. Spesifikasi yang paling penting pada CPU atau prosesor adalah sebagai berikut:

Core

Prosesor dalam sebuah CPU. Satu core mampu mengerjakan satu tugas yang terpisah, demikian juga dengan yang lainnya. Kebanyakan CPU laptop memiliki dua Core. Tetapi beberapa model laptop yang berkinerja tinggi memiliki empat Core. Dengan Core Gen ke-8, laptop Core i5 dan Core i7 juga memiliki empat core.

Hyper-Threading

Suatu proses di mana CPU membagi setiap Core fisik menjadi dua Core yang disebut juga degnan virtual threads. Jadi, CPU dual-core Intel mendukung hyper-threading untuk menyediakan empat rangkaian (threads), sementara CPU quad-core menyediakan delapan rangkaian.

Clock Speed

Diukur dalam gigahertz. Ini adalah jumlah putaran per detik yang dapat dilakukan oleh sebuah CPU. Semakin tinggi jumlah, maka lebih bagus. Tapi hal ini bukanlah faktor yang terlalu dalam mengukur kecepatan sebuah prosesor.

Turbo Boost

Secara temporer meningkatkan kecepatan clock dari frekuensi dasarnya ke yang lebih tinggi untuk lebih cepat menyelesaikan tugas. Sebagian besar CPU Core i5 dan i7 memiliki fitur Turbo Boost. Tetapi model Core i3 tidak memilikinya. Frekuensi default biasanya dituliskan dengan “processor base frequency” dan frekuensi tertinggi dituliskan dengan “max turbo frequency.”

Cache

RAM dengan ukuran yang kecil yang dijalankan langsung di CPU. Cache menyimpan informasi yang sering digunakan untuk mempercepat tugas-tugas yang berulang. Sebagian besar CPU memiliki kapasitas cache antara 1 dan 4MB.

TDP (Thermal Design Power)

Jumlah watt yang digunakan CPU. Lebih banyak watt-nya berarti kinerja nya lebih baik juga. Tapi suhu nya juga lebih tinggi dan konsumsi listrik lebih besar. Itulah alasan kenapa laptop yang memiliki kapasitas CPU yang tinggi seharusnya didukung oleh kipas tambahan atau kipas eksternal.

vPro

Fitur manajemen jarak jauh bawaan yang dirancang untuk perusahaan TI atau departement TI pada sebuah perusahaan. Banyak laptop khusus bisnis memiliki CPU yang dilengkapi dengan fitur vPro, akan tetapi tidak ada pada laptop untuk umum.


Generasi Prosesor Terbaru

Biasanya setiap 12 hingga 18 bulan Intel merilis generasi prosesor terbaru yang selalu sedikit lebih cepat dan lebih hemat listrik dibandingkan dengan prosesor pendahulunya. Sayangnya tidak semua pengembangan spesialisasi diupgrade ke arsitektur baru pada saat yang bersamaan. Contohnya, ketika Intel meluncurkan beberapa chip “Kaby Lake Refresh” pada di akhir 2017 dan Januari 2018 tidak meluncurkan chip untuk laptop gaming, bahkan hingga beberapa selang waktu di tahun ini.

 Generasi CPUNama KodeTahun KeluarNanometer
1Gen 8Kaby Lake Refresh201714nm
2Gen 7Kaby Lake201614nm
3Gen 6Skylake201514nm
4Gen 5Broadwell201422nm

Intel akan membentuk “die shrink” pada setiap generasi CPU nya yang memungkinkan perusahaan Intel untuk menyesuaikan lebih banyak transistor ke ruang yang lebih kecil selama proses pembuatan. Hal tersebut tentunya memberikan kinerja yang lebih tinggi pada TDP yang sama. Ukuran proses pembuatan ini diukur dalam nanometer. Yang mana lebih rendah selalu lebih baik.


Tingkatan Prosesor dari yang Paling Kuat Hingga yang Paling Lemah

Memilih sebuah prosesor yang tepat untuk pekerjaan sehari-hari tentu jauh lebih penting daripada memilih Core i5 atau Core i3. Intel secara umum memiliki empat tingkatan utama, seperti tingkatan Core i3, i5 dan i7. Setiap tingkatan memiliki TDP yang berbeda (Thermal Design Power), mulai dari 4,5 Watt di semua lini Seri Y hingga 45 Watt untuk seri HQ.

Sebuah prosesor dengan TDP yang lebih tinggi berarti pemrosesan suatu pekerjaan lebih cepat. Tetapi lebih cepat panas dan penggunaan listrik yang besar. Walaupun demikian, sebuah prosesor dengan TDP yang sangat rendah bukan berarti batrei laptopnya memiliki masa pakai lebih lama. Sebagai contoh, banyak CPU 4,5 watt memiliki masa pakai baterai di bawah rata-rata karena laptopnya juga memiliki baterai berkapasitas rendah atau layar nya yang boros daya.


Xeon E Cocok untuk Pekerjaan Ilmiah dan Teknis

  • Cocok untuk: Teknik, riset, dan profesional Animator.
  • Tidak cocok untuk: Pemakaian dalam jangka waktu lama, keterjangkauan, berat.

Untuk pekerjaan selevel riset dan teknik yang mobile, ada prosesor Intel Xeon E3. Laptop yang dilengkapi dengan prosesor ini mampu melakukan perhitungan yang lebih banyal sehingga mampu mengembangkan animasi 3D atau menjalankan simulasi kompleks untuk seseorang peneliti medis atau teknisi. Prosesor Xeon E3 memiliki TDP 45-watt, empat core fisik dan dilengkapi dengan hyperthreading dan turbo boost. Tentunya kapasitas baterai nya juga sangat besar dan harga yang tinggi.

Prosesor Xeon terbaru sekarang yang memiliki arsitektur Kaby Lake adalah v6 E3-1535M dan E3-1505M v6. Anehnya akhiran “v6” nya menunjukkan bahwa prosesor ini masih generasi ke-7. Sementara Xeon dengan akhiran v5 masih menggunakan arsitektur Generasi ke-6 (alias Skylake). Karena dibuat untuk bisnis, semua prosesor Xeon memiliki teknologi manajemen vPro yang terintegrasi.

CPU Xeon Seri E (4 Core, 8 Thread)

 ModelBasis ClockTurboCacheGPUGen
1Xeon E3-1535M v63.1 GHz4.2 GHz8MBIris Pro P630Ke-7
2Xeon E3-1505M v63.0 GHz4.0 GHz8MBIris Pro P630Ke-7
3Xeon E3-1505MV52.8 GHz3.7 GHz 6MB Iris Pro P580Ke-6

Prosesor Seri HQ dan HK Quad-Core dengan Kinerja Tinggi

  • Cocok untuk: Gamer, profesional kreatif, pengguna listrik.
  • Tidak cocok: Portabilitas, keterjangkauan, pemakaian dalam jangka waktu lama.

Jika memiliki kemampuan untuk menggunakan fitur-fitur dengan tingkat kerumitan yang tinggi atau pemain game komputer, sebuah laptop dengan prosesor HQ mungkin pilihan terbaik untuk kamu. Prosesor Seri HQ memiliki empat core, yang mana lebih tunggi dari CPU Intel pada kebanyakan komputer. Berkat hyper-threading, Core i7 sebenarnya bisa memiliki 8 rangkaian konkuren. Prosesor HQ juga memiliki TDP 45 Watt, yang berarti laptop dengan procesor HQ memiliki daya tahan baterai yang buruk. Atau jika mampu, bisa jadi baterai raksasa. Karena HQ menghasilkan panas lebih banyak jika dibandingkan dengan chip seri U. Kamu tidak akan menemukan CPU HQ pada laptop yang ringan atau tipis.

Salah satu laptop terkecil yang mendukung prosesor HQ adalah Lenovo ThinkPad T470p. Laptop ini memiliki layar monitor 14 inci dan ujung sisiknya 1,8kg. Dengan baterai 3-selnya, T470p sudah drop dalam kurun waktu 3 jam. Tapi bisa tahan sampai dengan sembilan jam jika diupgrade dengan baterai 6-sel.

Prosesor HK sama dengan HQ .HK dan HQ tidak dikunci (unlocked). Artinya kamu bisa melakukan overclock dan mendorong frekuensinya lebih tinggi. Banyak laptop gaming high-end memiliki prosesor HK. Kamu sudah bisa membeli laptop yang didukung prosesor HQ atau HK mulai pertengahan tahun 2018.

CPU Seri HQ/HK Terkini (4 Core)

 ModelBasis ClockTurboCacheGPUThreadvPro
1Core i7-7920HQ3.1 GHz4.1 GHz8MBIntel HD 6308Yes
2Core i7-7820HK2.9 GHz3.9 GHz8MBIntel HD 6308No
3Core i5-7440HQ2.8 GHz3.8 GHz6MBIntel HD 6304Yes
4Core i5-7300HQ2.5 GHz3.8 GHz6MBIntel HD 6304No
5Core i7-6820HQ2.7 GHz3.6 GHz8MBIntel HD 530 8Yes
6Core i7-6700HQ2.6 GHz3.5 GHz 6MBIntel HD 530 8No
7Core i5-6440HQ2.6 GHz3.5 GHz6MBIntel HD 530 4Yes
8Core i5-6300HQ2.3 GHz3.2 GHz6MBIntel HD 530 4No

CPU Seri U Cocok Untuk Kinerja Sehari-hari

  • Cocok untuk: Produktivitas, pembuatan konten, pemakaian yang lama.
  • Tidak cocok untuk: Gaming, animasi profesional.

Jika kamu mencari sebuah laptop biasa dengan kinerja yang solid dan daya tahan baterai yang lama, maka prosesor seri Intel U sesuai dengan kebutuhan kamu. Secara khusus CPU Core i5 seri U seperti Core i5-8250U sudah lebih dari cukup untuk penggunaan sehari-hari. Contohnya menjelajahi web atau atau kegiatan bisnis yang perlu membuat lembar kerja berupa Word dan Excel.

Di tahun 2018 banyak produk laptop untuk umum dan bisnis dipasarkan dengan chip Intel Core Gen ke-8 “Kaby Lake Refresh” dengan empat core. Namun, sejumlah produk laptop terbaru juga masih ber prosesor Gen ke-7. Dengan mempertimbangkan perbedaan kinerja yang dramatis antara Core i5-7200U dan Core i5-8250U (Gen 8), kamu pasti harus membeli Generasi ke-8.

Rata-rata prosesor Seri U memiliki TDP 15 Watt, yang mana merupakan titik pertemuan manis antara kinerja yang mumpuni dan daya tahan baterai yang lama. Tapi juga membutuhkan pendingin tambahan berupa kipas eksternal. Ada beberapa CPU seri U dengan TDP 28-watt, tapi cuma segelintir produk laptop saja. Dengan kapasitas baterai yang besar dan layar yang hemat daya, laptop dengan prosesor seri U dapat bertahan lebih dari 10 jam. Bahkan dengan beberapa sistem high-end bisa tahan sampai dengan 20 jam.

Beberapa produk laptop seri U juga memakai prosesor Intel Iris Plus 640 atau 650. Iris Plus menjanjikan kinerja grafis 3D yang jauh lebih baik daripada GPU Intel HD 620 yang standar.

CPU Intel Seri U Terkini

 ModelBasis ClockTurboCacheTDP(w)GPUvPro
1Core i7-8650U1.9 GHz4.2 GHz8MB15Intel UHD 620No
2Core i7-8550U1.8 GHz4.0 GHz8MB15Intel UHD 620No
3Core i7-7600U2.8 GHz3.9 GHz4MB15Intel HD 620Yes
4Core i7-7660U2.5 GHz4.0 GHz4MB15Iris Plus 640Yes
5Core i7-7500U2.7 GHz3.5 GHz4MB15Intel HD 620No
6Core i5-8350U1.7 GHz3.6 GHz6MB15Intel UHD 620No
7Core i5-8250U1.6 GHz3.4 GHz6MB15Intel UHD 620No
8Core i7-7567U3.5 Ghz4 GHz4MB28Iris Plus 650No
9Core i5-7200U2.5 GHz3.1 GHz3MB15Intel HD 620No
10Core i5-7267U3.1 GHz3.5 GHz4MB28Iris Plus 650No
11Core i3-7100U2.4 GHzN/A3MB15Intel HD 620No

Prosesor Seri Y Tidak Memiliki Kipas dan Performanya Biasa Saja

  • Cocok untuk: Portabilitas, tanpa suara kipas, pekerjaan ringan
  • Tidak cocok untuk: Pemakaian lama, penghitungan yang sangat serius

Ketika kamu sedang berbelanja laptop, berhati-hatilah dengan seri Y, yang mungkin menggunakan prosesor Core i5, Core i7 atau Core m3, m5, dan m7 (yang paling low-end). Prosesor Intel Seri Y memiliki TDP yang sangat rendah, sekitar 4,5 watt. Dimana nilai tersebut memungkinkan pengguna memakainya tanpa kipas. Laptop seperti ini biasanya sangat tipis. Sayangnya, sebagian besar laptop dengan prosesor seri Y juga memiliki baterai berkapasitas rendah atau layar berkekuatan tinggi. Sehingga benar-benar tidak tahan untuk penggunaan yang terlalu lama.

Sebagai contoh, Acer Spin 7 yang langsing memiliki CPU Core i7-7Y75 dan hanya bertahan selama 7 jam pemakaian. Sementara itu, HP Spectre x360 dengan CPU Core i7-7500U memiliki bobot yang hampir sama dan bertahan lebih dari 10 jam. Spin 7 lebih tipis 0,2 inci dibanding HP Spectre x360. Tapi ada juga beberapa laptop yang sangat tipis dengan prosesor seri U, termasuk Asus ZenBook 3 setebal 0,47 inci dan HP Spectre 0,41 inci.

CPU Intel Seri Y Terkini (2 Core, 4 Thread)

 ModelBasis ClockTurboCacheGPUvPro
1Core i7-7Y751.3 GHz3.6 GHz4MBIntel HD 615No
2Core m7-6Y751.2 GHz3.1 GHz4MBIntel HD 515Yes
3Core i5-7Y541.2 GHz3.2 GHz4MBIntel HD 615No
4Core m5-6Y571.1 GHz2.8 GHz4MBIntel HD 515Yes
5Core m3-7Y301.0 GHz2.6 GHz4MBIntel HD 615No
6Core m3-6Y30900 MHz2.2 GHz4MBIntel HD 515No

Laptop dengan prosesor seri Y juga tidak kalah mahal dibandingkan dengan seri U. Harga Spin 7 berada di kisaran Rp. 18.000.000 yang kurang lebih harganya sama dengan Specter x360. Pada platform Intel “Kaby Lake” Generasi ke-7, prosesor seri Y dipasarkan berupa Core m3 (paling rendah), Core i5 dan Core i7. Model-model generasi ke-6 contohnya Core m3, Core m5 dan Core m7. Jika kamu menginginkan performa yang lebih baik, pastikan chip Core i5 atau i7 pada laptop yang akan kamu beli tidak memiliki Y dalam nomor modelnya (Misalnya: Core i7-7Y75).

Terlepas dari kekurangan jenis laptop tersebut, tidak mengesampingkan juga laptop dengan seri Y. laptop seri Y merek berlabel M) yang memiliki kinerja yang terbilang lumayan dengan daya tahan batrei yang layak contohnya MacBook 12-inci dan HP EliteBook Folio G1 adalah dua laptop yang mendapatkan kinerja yang lumayan dan daya tahan yang layak.


Celeron atau Pentium: Untuk Kamu yang Tidak Peduli

  • Cocok untuk: Surfing web, menghemat uang.
  • Tidak cocok: Gaming, produktivitas yang lebih serius, pengeditan video.

Jika kamu melihat laptop yang harganya di kisaran Rp. 3.000.000 sampai dengan Rp. 6.000.000, kemungkinan menggunakan CPU Intel Celeron atau seri Pentium. Prosesor dengan anggaran terbatas ini menghadirkan kinerja yang cukup bagus untuk menjelajahi web, email, dan produktivitas ringan. Chip Celeron sangat umum di Chromebook, karena OS berbasis browser Google tidak memerlukan banyak tenaga seperti Windows. Jika kamu ingin membeli laptop Windows dengan prosesor Celeron atau Pentium, belilah jika harga menjadi pertimbangan utama buat kamu.

CPU Celeron memiliki TDP mulai dari 4 hingga 15 Watt. Nama-nama model Celeron yang diikuti dengan bandrol N (contoh: N3060) menggunakan daya sekitar 4 hingga 6 Watt. Sedangkan yang berakhiran U (contoh: 3855U) membutuhkan 15 watt dan kinerjanya lebih baik. Daya tahan baterai nya sangat bervariasi, tergantung pada kapasitas baterai sistem nya. Tetapi sistem dengan CPU 4 dan 6 watt cenderung lebih murah dan lebih tahan lama.

Kalau CPU Pentium sekarang semakin jarang. Pentium memiliki TDP berkisar 6 hingga 15 Watt, dan sedikit lebih cepat dibanding Celeron. Tapi sebagian besar bekisar 6 atau 7,5 watt. Salah satu laptop murah favorit saya, Asus Vivobook E403SA, menggunakan CPU Pentium N3700. Memungkinkan untuk kinerja multitasking yang layak dan tahan dipakai sampai dengan 9 jam. Harganya di kisaran Rp. 7.000.000, Beberapa laptop Celeron dan Pentium masih dual-core dan ada juga yang quad-core.

CPU Intel Seri Pentium dan Celeron Terkini

 ModelBasis ClockTurboCacheGPUCoreThreadTDP
1Pentium N37001.6 GHz2.4 GHz2MBHD Graphics446w
2Pentium 4405U2.1 GHzN/A2MBHD 5102415w
3Celeron N30601.6 GHz2.48 GHz2MBHD 400226w
4Celeron 3855U1.6 GHzN/A2MBHD 5102215w

Prosesor Atom: Performa Lemah dan Daya Tahan Baterai Lama

  • Cocok untuk: Hemat uang, penggunaan yang cukup lama, ringan
  • Tidak cocok untuk: Multitasking, produktivitas yang lebih serius

Prosesor prosesor Intel yang paling murah dan sebagian besar menjadi jalan keluar bagi kebanyakan orang adalah seri-seri Atom, Prosesor Atom ada pada laptop atau tablet Windows dengan harga super murah, seperti Lenovo Miix 320. Hampir semua CPU Atom memiliki 4 Core dan dengan penggunaan daya yang sangat rendah. Hal ini memungkinkan pengguna memiliki memakainya sangat lama tanpa di cas, tetapi tingkat kinerja nya bisa dikatakan terendah. Sebaiknya kamu membeli laptop bertenaga Atom hanya sebagai perangkat cadangan buat kamu, atau bisa juga utama, tapi untuk anak-anak. CPU Atom cukup bagus untuk sekedar browsing dan menonton video. Tetapi perlu sabar dan berjuang untuk membuat konten (seperti artikel ini) dan tugas-tugas produktivitas. Kebanyakan laptop murah generasi sekarang menggunakan chip Celeron. Sedangkan kamu mungkin bisa menemui Atom pada sistem komputer jadul.

Intel tidak mencantumkan Atom di daftar CPU-CPU dengan TDP bergenerasi kekinian, tetapi mengatakan bahwa mereka memiliki SDP (Scenario Design Power) 2-2,5 watt, sekitar setengah dari seri Y dengan daya rendah. Mungkin itu sebabnya laptop mungil 1,1 kg seperti 100S dapat bertahan hampir 10 jam dengan harga di kisara Rp. 2.700.000.

CPU Seri Atom Terkini

 ModelBasis ClockTurboCacheGPU
1Atom x7-Z87501.6 GHz2.56 GHz2MBHD 405
2Atom x5-Z85001.44 GHz2.24 GHz2MBHD Graphics
3Atom Z3735G1.33 GHz1.83 GHz2MBHD Graphics

Grafis Terintegrasi (GPU)

Semua CPU laptop Intel dilengkapi dengan prosesor grafis bawaan (GPU). Pada sebagian besar CPU Core i3, i5, dan i7, GPU dituliskan dengan Intel HD Graphics dan diikuti dengan angka setelahnya. Untuk prosesor generasi ke-7 dan ke-8 nilainya dimulai dengan 6 (contho: Intel HD graphics 620) dan untuk prosesor gen-6 dimulai dengan 5 (contoh: Intel HD Graphics 520). Beberapa CPU high-end mungkin hadir dengan grafis “Iris Plus”, yang secara signifikan lebih cepat, tapi masih belum seberapa dibandingkan dengan chip grafis Nvidia dan AMD.

Prosesor Intel Generasi ke-8, “Kaby Lake G” adalah chip pertama yang berpasangan dengan grafis terintegrasi AMD yang sangat kuat, yaitu Radeon Vega. Belum ada informati mengenai seberapa kuat kapasitas chip Kaby Lake G. Tetapi Intel mengatakan bahwa kinerjany lebih baik daripada laptop dengan grafis varian Nvidia.

GPU terintegrasi di paku mati di CPU, sehingga produsen laptop tidak bisa mengotak-atik nya. Contohnya, Core i7-7600U yang selalu hadir dengan GPU Intel HD Graphics 620. Sementara Core i7-7660U CPU akan selalu memiliki grafis Iris Plus 640 yang lebih cepat. Untuk prosesor Seri U Generasi ke-7 yang memiliki nomor model berakhiran 60 (contohnya: i5-7360U) memiliki Iris Plus Graphics 640. Sedangkan yang berakhiran 87 (Core i5-7287U) memiliki Iris Plus Graphics yang sedikit lebih cepat 650.

Secara umum, GPU terintegrasi cukup bagus untuk produktivitas, surfing web, pemutaran video dan game sederhana, atau game berat tapi disetting dengan pengaturan rendah. Jika kamu ingin mengedit video yang beresolusi tinggi, animasi, atau game berat, kamu membutuhkan sebuah GPU diskrit.


Komponen-Komponen Lainnya Juga Penting

Perlu diingat bahwa CPU bukanlah satu-satunya penentu kinerja laptop. Bahkan CPU yang paling lambat sekalipun dapat memberikan pengalaman pengguna yang layak ketika dipadukan dengan komponen-komponen lain dengan kapasitas yang baik. Bagi kebanyakan orang, memilih Core i5 dengan Solid State Drive (SSD) akan membuat komputer jauh lebih responsif daripada membayar mahal untuk mendapatkan Core i7 dengan Hard Drive. Dan untuk kinerja grafis, sebagian orang lebih memilih laptop dengan GPU diskrit yang kuat daripada laptop yang memiliki CPU tercepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *