Ciri-ciri Burung Jalak Suren dan Cara Memeliharanya

      1 Komentar pada Ciri-ciri Burung Jalak Suren dan Cara Memeliharanya
Tombol berbagi:

Jalak Suren adalah burung berukuran sedang dengan panjang sekitar 22 cm dan dengan berat antara 76 sampai dengan 90 gram. Nama latin burung jalak suren adalah gracupica contra, sedangkan dalam bahasa Inggris sering juga disebut dengan Asian Pied Starling atau Indian Pied Myna. Bagian atas kepala, bagian atas badan, tenggorokan dan dadanya berwarna hitam. Sedangkan pipi, berut dan bokong berwarna putih. Sayapnya berwarna hitam dengan garis putih di bagian tengah sayap.

Burung Jalak Suren memiliki paruh berwarna kuning kekuningan dengan warna merah di sekitar mulutnya. Kelopak matanya berwarna oranye kemerah-merahan dan bola matanya berwarna hitam. Tidak ada berbedaan yang mencolok diantara burung jalak suren jantan dan betina dewasa.

Anakan jalak suren memiliki tampilan fisik yang mirip dengan yang sudah dewasa, tapi bulunya masih berwarna coklat gelap.

Suara Burung Jalak Suren

Sumber: Birdsthatfart.com / Gary Kinard

Banyak penggemar burung Jalak Suren di Indonesia dikarenakan suaranya yang menarik. Di berbagai media, burung Jalak Suren sering masuk daftar jenis burung kicau dengan suara paling merdu. Sehingga, banyak orang-orang mencari dan memelihara burung jalak suren. Diantaranya, banyak juga yang mencari jalak suren gacor yang berkicau terus-menerus dan sudah terbiasa dan menghafal beberapa nada kicauan burung kicau jenis lain.

Kicauan burung ini sangat beragam, mulai dari seperti suara peluit, getaran, klik dan kicauan. Burung jalak suren mampu meniru suara jenis burung lain dan bahkan bisa juga meniru suara manusia. Hal tersebutlah yang membuat burung kicau ini terkenal di industri burung tangkaran untuk sekedar memelihara atau diperlombakan. Unuknya, jalak suren betinda dan jantan bisa bernyanyi merdu, tidak seperti kebanyakan jenis burung lain.

Berikut ini adalah video suara burung jalak suren gacor yang diunggah oleh Mas Anang via Youtube channel Media Hobby.

Asal dan Habitat

Burung Jalak Suren secara alami tersebar luas di anak benua India, Indochina, Semenanjung Malaya, dan juga Indonesia. Populasinya sangat banyak dan bukan termasuk hewan langka di Indonesia.

Jalak suren biasanya ditemukan dalam kelompok kecil di dataran terbuka dan kaki gunung di daerah yang memiliki akses mudah ke perairan terbuka. Sering juga muncul dalam lingkungan perkotaan dan limbah pertanian. Burung ini bisa ditemukan di daerah permukaan laut hingga ketinggian 700 meter dpl.

Jalak suren adalah jenis burung omnivora dan sering terlihat mencari makan di ladang, rumput, tanah terbuka dan di daerah penggembalaan di antara ternak. Makanan burung jalak suren adalah biji-bijian, buah, serangga, cacing tanah, laba-laba dan keong.

Cara Merawat Jalak Suren

Musim kawin burung jalak suren adalah sekitar bulan Maret. Pada awal musim kawin tersebut, kawanan burung mulai berpasangan dan menyebar ke berbagai penjuru. Jantan dan betina burung jalak suren saling memanggil satu sama lain, menepak-nepak bulunya dan menyayun-ayunkan kepalanya. Sedangkan sarang jalak suren dibuat dengan bahan tumpukan jerami yang longgar, berbentuk kubah dengan pintu samping.

Cara merawat burung jalak suren

Sumber: Wikipedia

Biasanya, sarang burung kicau ini dibangun di pohon besar atau bangunan buatan manusia. Telur jalak suren pada sarangnya bisa mencapai empat hingga enam telur berwarna biru mengkilap. Biasanya telur-telur tersebut diperam selama 14 hingga 15 hari. Anakan jalak suren dirawat kedua induk jantan dan betina selama tiga minggu sebelum bisa terbang. Lebih dari satu kali periode peraman dapat dilakukan jalak suren di setiap musim kawin yang biasanya berlangsung hingga bulan September atau Oktober.

Jika kamu ingin memelihara jaka suren, kamu bisa mencari yang anakan agar kamu bisa mengisi suaranya sesuai dengan keinginan kamu. Atau beli yang sudah gacor dengan alasan suka suaranya juga bisa. Karena banyak juga orang yang membeli yang sudah gacor tanpa harus repot-repot melatihnya.

Harga jalak suren anakan adalah sekitar Rp. 350.000 di pasaran. Sementara yang sudah dewasa harganya berada di kisaran Rp. 500.000 – 650.000. Akan tetapi, burung jalak suren gacor harganya bisa mencapai kisaran Rp. 850.000 – Rp. 1.5000.000. Lain halnya jika sudah pernah memenangkan kontes burung kicau, karena harganya bisa melebihi harga normal tersebut. Potensi bisnis burung jalak suren gacor sangat menggiur juga, melihat sangat banyaknya penggemar burung kicau yang pintar meniru kicauan ini.

Pada penangkaran, banyak orang merawat jalak suren yang masih sangat kecil hingga bisa terbang. perawatan seperti ini dilakukan agar bisa menjinakkan jalak suren dan melatihnya untuk meniru suara burung kicau lainnya. Buurng jalak suren yang sudah menghafal suara burung kicau lainnya biasanya disebut sebagai jalak suren isian. Nah, jika sudah mantab dan terus-menerus berkicau, maka disebut dengan jalak suren gacor. Jadi pembaca yang baru berkecimpung di dunia perawatan burung kicau tidak usah bingung kalau dengar istilah jalak suren gacor atau isian yah!

Tingkah Laku Jalak Suren

Mirip dengan jenis burung jalak yang lainnya. Dimana, pada saat bukan musim kawin, Jalak Suren membentuk tempat bertengger malam untuk kelompoknya. Sementara, selama musim kawin, kawanan kelompok tersebut menyebar dan masing-masing mempertahankan area sarangnya untuk memeram telur serta memelihara dan membesarkan anak-anaknya setelah menetas.

Orang-orang dari golongan Sema Nagas di India meyakini bahwa burung jalak suren adalah wujud dari reinkarnasi manusia.

Demikianlah sobat Wongunik, semoga artikel tentang ciri-ciri jalak suren ini bermanfaat buat kamu yang ingin memelihara burung jalak suren.

 

1 comment on “Ciri-ciri Burung Jalak Suren dan Cara Memeliharanya

  1. Pingback: 10 Jenis Burung Kicau Dengan Suara Paling Merdu di Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *