Mengenal Burung Cucak Jenggot dan Cara Merawatnya

Tombol berbagi:

Burung Cucak Jenggot adalah jenis burung kicau yang sangat dikenal di kalangan pecinta burung peliharaan. Banyak orang yang menyukai jenis burung kicau ini dan acap kali diperlombakan di kontes burung kicau. Harga burung Cucak Jenggot berfariatif sekitar 400.000 s/d 800.000 rupiah. Sedangkan yang prestasian bisa mancapai harga sekitar Rp. 2.500.000.

Suara burung Cucak Jenggot cukup indah dan kencang dan sekaligus menjadi daya tariknya tersendiri. Jika kamu tertarik untuk memelihara burung yang satu ini, mari simak secara keseluruhan artikel ini untuk mengetahui lebih lagi mengenai ciri-ciri burung Cucak Jenggot dan bagaimana cara merawatnya.

Ciri-Ciri Burung Cucak Jenggot

Ciri-ciri burung Cucak Jenggot

Burung Cucak Jenggot Jantan © Carmelo López Abad

Perlu diketahui bahwa jenis burung cucak yang cukup menarik perhatian ini bisa jadi galak jika merasa terancam di sarangnya. Akan tetapi, Cucak Jenggot bukanlah jenis unggas petarung. Suara burung Cucak Jenggot terdengar panjang dengan tembakan-tembakan nyaring.

Warna burung Cucak Jenggot betina.

Burung Cucak Jenggot Betina – Youtube

Nama burung burung Cucak Jenggot dalam bahasa Inggris adalah grey-cheeked bulbul (Alophoixus bres) yang termasuk dalam spesies burung keluarga bulbul (Pycnonotidae). Jenis burung yang bisa dipelihara ini ditemukan di Semenanjung Malaya, Kepulauan Sunda Besar. Habitat alamnya adalah hutan dataran rendah lembab subtropis atau tropis dan hutan hujan basah subtropis atau tropis.

Suara kicauan burung yang satu ini terbilang monoton atau kurang variasi. Akan tetapi, kicauan Cucak Jenggot jantan lebih ber variasi dari betinanya. Nama burung ini mengindikasikan bentuk mukanya yang memiliki jenggot berwarna putih. Sedangkan ekornya panjang mirip ekor burnung cucak kopi.

Pejantannya cenderung berwarna kuning muda di bagian dadanya, sedangkan sayap dan punggunya berwarna coklat kekuning-kuningan. Bagian atas kepalnya memiliki jambul. Burung Cucak Jambul betina berwarna coklat tua pada bagian punggung dan sayap, sedangkan bagian dada berwarna putih. Sedangkan paruh burung ini lebih panjang dan lebih runcing dari burung Cucak Rowo.

Itulah tadi secara singkat mengenai ciri-ciri burung Cucak Jenggot dan habitatnya. Nah, sekarang mari kita simak bagaimana cara merawat burung Cucak Jenggot.

Cara merawat Burung Cucak Jenggot

Jika kamu ingin memelihara burung Cucak Janggut, berikut ini adalah panduan singkat cara merawat burung yang menggemaskan ini.

  • Sering-seringlah memandikan burung ini pada malam hari dengan cara menyemprotnya sampai basah. Boleh juga memakai karamba.
  • Burung ini perlu ditaruh di luar ruangan mulai jam 5 pagi sebelum matahari terbit. Perawatan yang satu ini disebut juga sebagai pengembunan. Setelah itu, Cucak Jenggot boleh dimandikan dan di angin-angini.
  • Setelah matahari mulai terik, burung boleh dimasukkan ke dalam ruangan selama beberapa jam agar tidak kepanasan terkena sinar matahari yang terik. Istilah ini disebut juga sebagai dikerodong.
  • Selain diberi air minum, burung ini juga perlu diberikan madu juga. Jadi, selain tempat minum air biasa, tambahkan juga tempat madu secara terpisah.
  • Untuk memberi makan Cucak Jenggot, berikan pisang segar yang diolesi madu sertiap hari. Selain itu, boleh juga diberi jangkrik yang sudah dipisahkan dari kepala dan kakinya. Agar lebih bagus lagi, tambahkan juga jahe yang sudah dicincang sekecil mungkin dan dimasukkan ke dalam jangkrik tersebut.

Baca juga:

Itulah tadi panduna singkat cara merawat burung Cucak Jenggot. Sedangkan cara agar burung ini memiliki suara kicauan yang lebih indah dan lantang, dua kali seminggu berikan teh manis (tidak terlalu manis) yang sudah diaduk dengan jeruk nipis yang diperas sebanyak separuh. Demikianlah sobat Wongunik, semoga bermanfaat buat kamu yang tertarik memelihara jenis burung peliharaan yang satu ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *