Ciri-ciri Burung Cucak Ijo Jantan dan Betina dan Cara Memeliharanya

Ciri-ciri burung cucak ijo jantan dan betina.

Burung Cucak Ijo dikenal juga dengan sebutan Cica Daun dan nama latinnya adalah Chloropsis Sonnerati. Burung ini adalah salah satu jenis burung kicau yang banyak disukai. Ukuran cucak ijo tergolong kecil dengan warna-warni yang mencolok sekaligus mencerminkan namanya. Bulu hijau burung ini hampir sama dengan warna daun dan sangat identik dengan habitat  aslinya, yaitu daerah tropis. Daun-daun pohon kanopi berwarna hijau, tempat favorit cucak ijo, mejadi kamuflase yang sempurna untuk burung ini, sehingga susah terdeteksi oleh predator. Nah, artikel ini akan mengulas secara singkat mengenai perbedaan cucak ijo jantan dan betina dan cara memeliharanya.

Asal Usul Burung Cucak Ijo

Habitat burung cucak ijo secara alami adalah daerah Indonesia, Brunei, Malaysia, Myanmar, Singapura dan Thailand. Cucak ijo mendiami hutan dataran rendah dan hutan bakau subtropis atau tropis, sebagian besar populasinya berada di daerah hutan rimba yang jarang disinggahi manusia. Tetapi ada juga yang ditemukan di hutan sekunder dan di sepanjang tepi hutan.

Biasanya sarang burung cucak ijo ditemui di pohon kanopi dan mencari makan dengan melompat di cabang-cabang pohon atau terbang dari pohon ke pohon. Banyak penggemar burung yang suka memelihara burung cucak ijo di penangkaran. Disamping disukai karena warna hijaunya yang indah dan mencolok, suara cucak ijo juga sangat indah. Apalagi suara cucak ijo gacor yang terlatih bisa jadi juara saat lomba burung.

Ciri-ciri Burung Cucak Ijo

Cucak ijo adalah burung kicau berukuran sedang dengan paruh, tenggorokan hingga batas baguan mata berwarna hitam. Paruhnya sedikit melengkung ke bawah. Suara burung Cucak Ijo jantan jauh lebih indah dibandingkan yang betina. Di alam liar, pejantan menggunakan suara indahnya tersebut untuk menarik perhatian cucak ijo betina. Jika dilatih dengan baik, cucak ijo jantan bisa berkicau gacor dan ngentrok dengan merdu. Untuk lebih detil membedakan ciri-ciri cucak ijo jantan dan betina, mari simak rincian bagian tubuh cucak ijo di bawah ini.

Membedakan Cucak Ijo Jantan dan Betina

Ada perbedaan bagian-bagian tubuh yang paling mencolok antara cucak ijo jantan dan betina saat umurnya sudah dewasa. Di bawah ini adalah perbedaan yang paling mencolok yang terlihat pada burung cucak ijo jantan dan betina dewasa.

Loading...
Ciri-ciri burung cucak ijo jantan.
Gambar Burung Cucak Ijo Jantan
Ciri-ciri Cucak Ijo Betina
Gambar Burung Cucak Ijo Betina

1. Bagian Leher

Jika umur cucak ijo menginjak 4-6 bulan, yang betina memiliki leher berwarna agak kuning. Tapi lama-kelamaan warna kuning pada bagian leher tersebut akan bertransformasi menjadi warn putih kehijauan. Sedangkan warna leher yang jantan tampak kuning saat masih bakalan dan setelah dewasa warnanya berganti menjadi hitam pekat. Jadi, lebih mudah membedakan cucak ijo jantan dan betina saat umurnya sudah dewasa atau sudah melewati 6 bulan sejak menetas dari telur.

2. Bagian Paruh Bawah

Sekitar bagian paruh bawah Cucak Ijo Jantan ber warna cokelat gelap dan yang betina bagian terlihat lebih jelas dengan warna putih. Perbedaan bagian paruh tersebut terlihat sangat mencolok.

3. Bagian Pupil Mata

Jika kamu perhatikan dengan teliti di sekitar mata burung Cucak Ijo jantan dan betina, kamu bisa melihat ada perbedaan warna bola matanya, terutama di bagian pupil matanya. Warna pulil mata Cucak Ijo betina cenderung hitam kecoklatan dan yang jantan memiliki warna pupil pata hitam mengkilat.

4. Bagian Lingkar Mata

Perbedaan Burung Cucak Ijo jantan dan betina dewasa terlihat jelas pada baguan lingkar mata. Cucak Ijo jantan memiliki bulu dengan corak berwarna hitam pekat dengan batas warna mulai dari paruh, lurus ke bagian mata atas hingga leher bagian depan. Sedangkan Cucak Ijo betina memiliki lingkar mata berwarna putih tapi tanpa corak hitam pekat seperti pejantannya. Jadi, seluruh bagian kepala cucak ijo betina kecuali bagian lingkar mata dan paruh berwarna hijau sama seperti warna badannya.

5. Bagian Kaki

Saat cucak ijo beranjak remaja, kakinya ajan jadi bersisik. Untuk yang jantan, terdapat bintik hitam atau disebut dengan trotol pada sisik kakinya. Sedangkan untuk bentina yang kakinya sudah bersisik, tidak terdapat corak bintik hitam seperti yang dimiliki cucak ijo jantan.

6. Tulang Supit

Tulang supit burung Cucak Ijo jantan lebih kaku dan keras, sedangkan yang betina agak lentur dan jika diperhatikan dengan teliti, tulang supit cucak ijo betina agak bergeser ke kanan dan ke kiri.

Nah, itulah tadi ciri-ciri cucak ijo jantan dan betina dewasa yang paling mencolok. Baca juga ciri-ciri burung cucak jenggot.

Cara Memelihara Burung Cucak Ijo

Sebelum mempelajari cara memelihara burung cucak ijo, sangat disarankan terlebih dahulu mempelajari bagaimana burung ini hidup di alam liar. Perlu diketahui bagaimana burung cucak ijo bersarang, berkembang biak dan apa makanan aslinya. Jika di penangkaran, banyak yang memberi makan cucak ijo dengan pelet. Memang tidak ada salahnya. Tapi menambahkannya juga dengan makanan asli akan sangat bermanfaat guna memelihara curung cucak ijo lebih baik lagi.

Cara Burung Cucak Ijo Bersarang dan Berkembang Biak

Burung cucak ijo membangun sarang berbentuk cangkir terbuka yang terbuat dari batang halus, bagian daun dan akar-akar kecil. Sarang cucak ijo biasanya ditemui di cabang paling ujung. Tapi ada juga yang menggantung sarangnya di pucuk dahan pohon yang tipis panjang secara horisontal, atau ada juga yang melekat pada ranting yang vertikal. Rata-rata sarang burung cucak ijo yang ditemui berisi 2 hingga 3 telur berwarna merah muda.

Masa inkubasi (memeram telur) berlangsung sekitar 14 hari dan dilakukan oleh betina saja. Sementara pejantannya memberi makan betina yang sedang memerami telur-telurnya. Walaupun belum diktetahui secara pasti, sepertinya pejantan cucak ijo juga ikut membantu membesarkan anakannya.

Makanan Asli Burung Cucak Ijo

Burung cucak ijo biasanya mencari makan sendiri atau berpasangan di pucuk-pucuk pohon kanopi. Tetapi beberapa spesies cucak ijo terkadang mencari makan berkelompok untuk mendapatkan makanan campuran, dan ada juga spesies cucak ijo yang lain yang mempertahankan wilayah makannya tanpa berpindah-pindah. Burung cucak ijo memakan serangga, serta nektar dan buah-buahan kecil seperti beri.

Serangga

Paruh cucak ijo yang panjang dan tajam dengan bentuk sedikit melengkung ke bawah dan dengan ujung lidah seperti sikat, dapat membantu untuk mengambil serangga dari kulit kayu dan dedaunan pohon. Mereka juga akan mengejar mangsanya ke udara atau turun ke bagian bawah hutan.

Buah-buahan

Burung cucak ijo sering mengunjungi pohon ara yang sedang berbuah. Tetapi juga mengambil buah-buahan lain yang tersedia dalam jangkauannya. Biasanya, burung cucak ijo menelan buah secara utuh. Jika tidak muat di paruhnya, burung ini menusuk buah dengan paruh dan menyedot cairannya masuk ke mulut.

Nektar

Ujung paruh cucak ijo yang tajam seperti duri adalah anatomi yang cocok untuk mengambil nektar (sari) bunga yang berbentuk tabung. Mengambil nektar bunga sama seperti burung kolibri dengan melayang di depan kuntum bunga sambil menyedot nektar-nya.

Saat cucak ijo mencari nektar sangat bermanfaat untuk penyerbukan silang. Karena kepala burung cucak ijo yang menyedot nektar terkena serbuk sari dan melekat di kepalanya. Kemudian menyebar dari bunga ke bunga. Saat burung tersebut pindah ke bunga pohon berikutnya, serbuk sari yang menempel di kepala cucak ijo tersebut jatuh atau tertempel pada bunga berikutnya yang kemudian dapat menghasilkan buah. Banyak tanaman liar mengandalkan jasa burung cucak ijo untuk penyerbukan yang secara tidak sengaja menyebar serbuk sari yang dibutuhkan tanaman untuk menghasilkan buah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *