Cara Mencuci Baju dengan Benar dan 9 Hal yang Perlu Dihindari

Cara mencuci baju dengan baik dan benar.

Terkadang pekerjaan rumah tidak selalu mudah dilakukan. Begitu pula dengan cucian kamu. Kamu mungkin bingung atau kewalahan memilih deterjen yang tepat, atau mungkin kamu khawatir sweter kamu jadi berbulu saat dicuci. Cara mencuci baju yang baik dan benar adalah dengan memulai dari menyortir, memberi dosis deterjen yang tepat, memahami simbol-simbol laundry, hingga menghilangkan bekas keringat dari pakaian. Artikel ini akan membagikan cara mencuci baju dengan tujuh tips sederhana dan hal-hal yang harus dihindari saat mencuci pakaian.

Tips Mencuci Baju dengan Benar

1. Pahami Simbol-Simbol Laundry

Dilihat sekilas mungkin seperti kode rahasia. Tapi simbol-simbol tersebut sebenarnya merupakan label perawatan kain yang mudah ditafsirkan. Simbol laundry atau simbol cucian memberi tahu kamu proses seperti apa yang harus digunakan, cara mengeringkan, dan seberapa tinggi pengaturan panas pada setrika yang boleh kamu gunakan. Setelah kamu mengetahui beberapa simbol laundry universal, biasakanlah untuk terlebih dahulu melihat simbol-simbol baju sebelum mencucinya. Umumbya simbol cucian menunjukkan:

  • Kapan harus menggunakan cucian dingin atau panas, atau hangat.
  • Kapan harus menggunakan atau menghindari pemutih.
  • Baju seperti apa boleh dikeringkan menggunakan tumble dry (pengering pakaian) dan mana yang harus dry flat (dikeringkan dengan dikeringkan menggunakan hanger).

Karena bahan-bahan baju berbeda-beda, cara mencuci bajunya juga berbeda-beda. Oleh karena itu, sangat penting untuk memeriksa label perawatan kain pakaian sebelum mencuci. Mengetahui simbol-simbol pakaian akan membantu kamu mendapatkan hasil cucian yang terbaik dan menjaga pakaian tetap awet.

2. Letahui Cara Memisahkan Cucian

Setelah kamu terbiasa dengan label perawatan kain yang ada ada pada setiap baju, langkah selanjutnya adalah menyortir pakaian dengan memisah-misahkan berdasarkan warna dan bahan pakaian. Untuk hasil yang terbaik, kamu harus mencuci baju yang warna berbeda dan baju dengan bahan kain berbeda secara terpisah. Untuk memulainya, pisahkan baju cucian berdasarkan berdasarkan:

Loading...

Warna Baju

Baju atau pakaian yang berwarna tebal cenderung mengalami kelunturan warna saat dicuci. Untuk menghindari kerusakan pada pakaian warna lain, pisahkan cucian sesuai dengan warnanya, pisahkan yang berwarna cerah dari yang berwarna gelap.

Berat Kain

Cuci dan keringkan baju yang bobotnya lebih berat secara terpisah. Misalnya handuk, pisahkan dari pakaian yang lebih ringan untuk mencegah kerusakan pada serat kain dan memastikan pengeringan yang merata.

Jenis Kain

Cuci baju berbahan halus secara terpisah pada ronde pencucian yang sesuai. Hal ini menghindari kerusakan pada baju berbahan kain halus. Pisahkan pakaian yang memiliki resleting dan pisahkan pakaian yang memiliki rajutan kancing, demikian juga dengan pakaian dalam.

Tingkat Kekotoran

Cucian yang sangat kotor atau bernoda harus dicuci secara terpisah pada ronde tugas yang lebih lama. Cara ini memungkinkan tingkat perhatian lebih yang diperlukan untuk menghilangkan kotoran yang berat.

3. Pahami Cara Menghilangkan Noda

Urus noda pada pakaian sebelum dicuci (pre-treat). Cara ini membantu melonggarkan partikel noda, sehingga lebih mudah untuk dicuci. Ada beberapa cara yang bisa kamu gunakan untuk melakukan pre-treat noda yang umum digunakan:

  • Untuk noda kopi, teh, beri, atau noda keringat: tuangkan deterjen langsung ke area noda. Kemudian gosok kain bernoda tersebut dengan lembut atau gunakan sikat gigi berbulu halus untuk membantu deterjen masuk ke dalam serat baju. Lalu biarkan selama beberapa menit.
  • Untuk noda darah, kotoran, atau oli motor: siapkan larutan perendam dengan deterjen secujupnya. Biarkan pakaian tersebut terndam di larutan deterjen sekitar 30 menit sebelum dicuci.
  • Dan, ada noda lain di mana metode pra-perawatan alternatif ini mungkin berguna:
  • Untuk noda mentega, margarin, atau minyak: gosokkan deterjen ke noda untuk melonggarkannya sebelum mencuci.
  • Untuk noda permen karet: rendam cucian ke dalam cuka panas selama 1-3 menit, tetapi selalu uji daya tahan luntur baju tersebut terlebih dahulu jika itu adalah baju berwarna. Anda dapat mengetesnya dengan mengoleskan sedikit cuka ke area pakaian yang tidak mencolok. Setelah beberapa menit, bersihkan dengan handuk kertas, dan jika tidak ada warna yang luntur melekat ke handuk kertas tersebut, baru boleh melakukan pre-treat pada pakaian tersebut secara menyeluruh.

4. Tentukan Seberapa Banyak Deterjen yang Dibutuhkan

Dosis deterjen yang tepat adalah hal yang penting dalam mencuci baju. Jumlah yang tepat tergantung seberapa banyak cucian, seberapa kotor pakaian, serta jenis deterjen yang digunakan.

Informasi dosis deterjen yang benar biasanya tertulis pada bungkus produk deterjen bermerek. Kamu dapat menggunakan tutup deterjen cair atau sendok untuk mengukur dosis bubuk deterjen dengan benar.

5. Perhatikan Muatan Mesin Cuci

Untuk mendapatkan hasil maksimal, hemat waktu dan tenaga saat mencuci baju menggunakan mesin cuci, perhatikan ukuran muatan mesin cuci yang kamu gunakan. Berikan ruang kosong yang cukup pada mesin cuci agar pakaian yang dicuci dapat dibilas dengan sempurna tanpa boros air. Jangan sampai kelebihan muatan saat mencuci menggunakan mesin cuci.

6. Pilih Kecepatan Rotasi Mesin Cuci yang Benar

Sebelum memilih rotasi atau lambat cepatnya putaran mesin cuci, selalu periksa label perawatan terlebih dahulu. Selain deterjen, kecepatan putaran mesin cuci dan suhu air yang ditentukan merupakan hal penting yang membuat baju jadi lebih bersih. Setelah kamu mengurutkan baju berdasarkan warna atau jenis kain, memilih kecepatan rotasi yang tepat jadi lebih mudah. Di bawah ini adalah urutan kecepatan rotasi mesin cuci dan suhu air yang tepat untuk mencuci pakaian agar hasilnya maksimal.

Kecepatan Rotasi:

  • Normal: Cocok untuk mencuci kaos atau kemeja putih, seprai, handuk, pakaian dalam, kaus kaki, dan pakaian yang sangat kotor.
  • Rendah: Cocok untuk mencuci baju berbahan wol, sutra dan pakaian lembut lainnya yang bertuliskan “gentle wash” pada label.
  • Kencang: Cocok untuk mencuci jeans atau denim, pakaian non-katun, serat sintetis seperti rayon, rajutan, poliester dan asetat.

Pengaturan Suhu Air:

  • Dingin: Untuk mencuci baju warna gelap, baju warna cerah yang mudah luntur, kain halus dan pakaian yang tidak terlalu kotor.
  • Hangat: Untuk mencuci kain sintetis, kain permanent press (kain tidak berkerut) dan handuk.
  • Panas: Untuk mencuci baju putih, baju berbahan katun, kaus kaki, seprai, pakaian yang sangat kotor dan pakaian bayi.

7. Cara Mengeringkan Cucian

Setelah baju kamu sudah selesai dicuci bersih, ada beberapa hal penting yang perlu diingat saat mengeringkannya. Penting untuk memilih suhu yang tepat saat pengeringan guna mencegah penyusutan dan kerusakan pada serat pakaian. Tapi pertama-tama, jangan lupa untuk langsung mengambil pakaian dari mesin cuci setelah selesai mencuci untuk mencegah baju bau apek.

Sebelum mengeringkan, periksa label perawatan baju kamu. Beberapa jenis kain tidak boleh di dikeringkan menggunakan pengering pakaian. Jadi, kamu harus menyisihkan kain tersebut agar dikeringkan dengan angin. Untuk membantu mendapatkan hasil pengeringan terbaik, berikut adalah label panduan cepat berupa simbol pengeringan untuk perawatan kain.

Label simbol pengeringan pakaian yang terdapat pada baju.

Jika menggunakan pengering pakaian, pastikan tidak terlalu penuh agar semua pakaian memiliki cukup ruang dan memperoleh udara yang cukup saat dikeringkan.

Ketahui juga:

Hal-Hal yang Harus Dihindari Saat Mencuci Baju

Walaupun kamu sudah bertahun-tahun menangani cucian di rumah, ada hal-hal penyebab kerusakan pakaian yang mungkin belum kamu ketahui. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dihindari saat mencuci pakaian, termasuk baju.

1. Jangan Hanya Memisahkan Pakaian Berwarna Cerah dan Gelap

Memisahkan warna saat mencuci pakaian hasilnya akan terlihat segar. Tapi tiak cukup hanya disitu saja. Pisahkan juga pakaian berdasar tingkat kekotorannya dan berdasarkan jenis kainnya. Untuk pakaian berbahan denim, balikkan ke luar, cuci dengan air dingin pada siklus putaran yang lambat. Lalu keringkan pada suhu rendah agar warnanya tidak memudar. Untuk mencegah baju melilit, cuci setiap secara terpisah.

2. Jangan Menaruh Deterjen Langsung ke Pakaian

Mencuci pakaian menggunakan deterjen dengan benar adalah dengan masukkan cucian terlebih dahulu, lalu tambahkan air, kemudian terakhir tambahkan sabun. Tapi jika kamu menggunakan pemutih, tambahkan air terlebih dahulu, lalu pakaian, lalu sabun.

3. Jangan Salah Menggunakan Pengering Pakaian

Jika waktu kamu cukup untuk mengeringkan dengan udara, maka hasilnya lebih bagus karena bisa menjaga bentuk pakaian. Tapi jika menggunakan pengering, jangan terlalu lama, karena tidak baik bagi pakaian jika terlalu kering. Setelah pakaian kering langsung lipat atau gantung untuk mencegah keriput. Juga, perhatikan juga simbol universal laundry yang terdapat pada pakaian untuk mengetahui mana saja yang tidak boleh dimasukkan ke dalam pengering.

4. Jangan mencampur Laus Kaki dengan Pakaian

Jika kamu sering mencuci pakaian dalam jumlah yang banyak tentu pernah sibuk mencari-pasangan kaus kaki? Tentu tidak hemat waktu. Jika mencuci kaos kaki barengan dengan pakaian kemungkinan besar akan membuat kaos kaki tersebut menempel atau terselip pada pakaian, sehingga susah untuk dicari saat melipat pakaian.

5. Jangan Biarkan Resleting Terbuka

Ritsleting yang terbuka dapat merobek pakaian yang halus dan menggaruk dinding mesin cuci. Pastikan resleting terkunci sebelum memasukkannya ke dalam mesin. Selain itu, bra yang tidak terkunci dapat menarik pakaian lain atau merusak drum mesin cuci jika cucian longgar.

6. Jangan Mengkancing Kemeja atau Leher Kaos

Jika ritsleting harus terkunci rapat, kancing tidak. Mencuci baju berkancing dengan kancing terkunci bisa merusak kancing tersebut dan merobek lubang kancing.

7. Jangan Lupa Tes Kelunturan Warna

Jika kamu khawatir jika baju berwarna saat pertama kali mencucinya, lakukanlah kelunturan (bleeding test) untuk mencari tahu sebelum kekacauan terjadi. Basahi tempat yang tidak terlalu menonjol, lalu usap ke kain putih yang tidak digunakan lagu untuk melihat apakah warnanya luntur. Jika luntur, cuci baju berwarna tersebut secara terpisah sendiri sampai warnanya berhenti luntur.

8. Jangan Brush Noda

Kamu mungkin berpikir cara terbaik untuk menghilangkan noda pakaian adalah dengan mem-brush sekuat-kuatnya menggunakan deterjen. Cara tersebut bukanlah cara mencuci baju yang benar dan bisa menyebabkan penularan noda ke bagian baju yang lain atau ke pakaian lain. Sebagai gantinya, colek noda tersebut dengan lembut dan gunakan deterjen secukupnya, tidak terlalu banyak juga.

9. Jangan Mencuci Baju atau Barang yang Harus Kering Dibersihkan

Jika pakaian diberi label “dry clean”, membersihkannya harus dengan hati-hati. Pakaian dengan bahan serat alami seperti linen dan sutra aman untuk dicuci dan dikeringkan di udara. Tetapi untuk barang-barang seperti kulit asli, suede dan potongan terstruktur (seperti blazer dan jas), patuhilah label laundry-nya secara seksama.

Itulah tadi cara mencuci baju yang baik dan benar dan hal-hal yang perlu dihindari saat mencuci dan mengeringkan pakaian. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *